Surabaya - Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (Bopda) untuk
sekolah-sekolah di Kota Surabaya yang seharusnya dicairkan pada Maret
lalu direncanakan baru bisa dilaksanakan pada Mei.
Wali
Kota Surabaya Tri Rismaharini, mengakui hingga kini Bopda belum cair.
Untuk itu pihaknya berjanji akan mencairkan Bopda dalam waktu dekat ini.
"Insya Allah Mei ini sudah akan cair," tegas Risma saat ditemui wartawan di Balai Kota Surabaya, Rabu.
Saat ditanya soal sistem pencairan Bopda, Risma mengatakan akan
menggunakan Surat Keputusan (SK) Peraturan Wali Kota (Perwali). "Ini
sudah dibuatkan (SK Perwali nya)," ujarnya.
Diketahui
alokasi dana Bopda tahun ini masih sama dengan tahun-tahun lalu. Untuk
jenjang SD dana yang turun Rp29.000/siswa per bulan, untuk jenjang SMP
Rp70.500/siswa per bulan, sementara jenjang SMA/ SMK Rp152.000/per siswa
per bulan.
Belum cairnya bopda ini berdampak bagi
kelangsungan sekolah swasta yang selama ini menggratiskan SPP bagi
siswanya. Akibatnya banyak sekolah yang terancam gulung tikar.
Salah seorang Kepala Sekolah SMP Swasta di Tandes yang namannya
tidak berkenan ditulis, mengatakan untuk tetap bisa menutup biaya
operasional, pihak sekolah banyak berhutang sana sini.
"Selama ini, kami menggunakan Bopda untuk membayar listrik, internet,
dan air karena memang tidak ada sumber pendanaan lagi. Jika sebelum ada
Bopda masih bisa mengandalkan sumbangan dari wali murid," katanya.
Menurut dia, pembayaran paling besar itu pada listrik dan
internet. Jika memang tidak boleh lagi, kami akan melakukan pertemuan
dengan komite sekolah untuk mencari solusi menutupi biaya listrik dan
biaya pengeluaran lainnya.
"Sebab, selama ini kami sudah tidak menarik sepeserpun kepada murid-murid," cetusnya.
Kepala sekolah ini menambahkan hingga saat ini bopda itu
sendiri belum cair. Akibatnya, untuk menutup biaya operasional, pihaknya
harus hutang pada guru-guru.
"Seharusnya para guru
yang menjaga ujian ini kan mendapatkan tambahan gaji, terpaksa tidak
kami bayar dulu untuk menutup biaya operasional seperti listrik dan
air," cetusnya.
Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono
mengatakan belum cairnya Bopda membuktikan program perhatian terhadap
dunai pendidikan masih kurang. Meski anggarannya di atas 20 persen,
namun kenyataannya pencairannya sangat lambat sehingga berdampak bagi
kelangsungan sekolah terutama proses belajar mengajar. (*)
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/87345/bopda-sekolah-di-surabaya-segera-cair

0 komentar :
Posting Komentar