Rabu, 09 Mei 2012

Akulturasi Tiga Budaya Di Santa Maria

 

Surabaya - Apa jadinya, apabila seni barongsai China dicampur dengan musik modern era sekarang dan juga seni Jawa Timur? Yah, inilah yang terjadi di SMA Santa Maria Surabaya, Sabtu (5/5/2012), ketika para murid kelas dua, harus menunjukkan kreatifitasnya. "Legenda Surabaya" menjadi tema pentas kali ini.

Proses mulai membuat konsep pementasan, panggung, hingga membuat properti untuk memperkuat peran, dijalani selama 7 bulan terkhir ini, mulai dari bulan Oktober tahun lalu.

"Sekitar bulan oktober tahun yang lalu, mas, Kami membuat beserta 11 teman kami yang lain. Semua kami buat sendiri. Mulai kostum, koreo dan pemilihan tema. Kecuali, barongsai Suro dan Boyo ini," ungkap Lidya, Tita, Ita, dan Cindy, kompak kepada wartawan, Sabtu (5/5) sebelum pentas.

Lanjutnya, dengan adanya keleluasaan dari pihak guru, menambah kreatifitas mereka untuk berkesenian. Kendala yang dirasakan hanya pada alat barongsai Suro dan Boyo ini. Mereka menggunakannya baru sekitar dua bulan yang lalu. Tapi dapat dimaksimalkan.

Tari Legenda Surabaya ini juga sebagai simbolisasi hari jadi kota Surabaya yang tepatnya dirayakan akhir bulan ini. Mereka menilai jika konsep Suro dan Boyo tepat dijadikan momentum peringatan.

"Yah, bisa bertepatan nanti pada 31 mei. Guru saya juga bilang, kalau bertepatan dengan hari jadi kota Surabaya," imbuh Ita.

Dengan 3 peran yaitu peran pada penghuni darat, air dan mangsa, melibatkan sediktnya 15 orang didalamnya. Akulturisasi terjadi antara budaya China, Jawa Timur, dan modern saat ini, menarik perhatian sedikitnya 500 orang dalam Aula Gedung Lantai 4 SMA Santa Maria.

Oleh: Made Ardhiangga - Editor: Masruroh
http://www.centroone.com/news/2012/05/1r/akulturasi-tiga-budaya-di-santa-maria/

0 komentar :