MENGAPA LES PRIVAT SAAT INI MENJADI PENTING?

Ketika materi pelajaran dirasa semakin sulit dan penjelasan guru di sekolah kurang dapat dipahami karena keterbatasan waktu. Maka, saat itulah siswa harus dapat mempelajarinya kembali dirumah. Untuk lebih mudahnya, seorang guru privat dapat membantu siswa dalam mengulas materi di sekolah, mengasah materi dengan latihan soal, atau membantu mengerjakan tugas di sekolah.

PRA SD - TK A dan TK B

Membaca saat ini adalah hal terpenting ketika seorang anak akan memasuki sekolah dasar. Ketika anak belum terlalu lancar dalam membaca, terkadang akan menjadi beban pikiran orang tua. Les Privat Surabaya Bintang Smart, dapat membantu memberikan solusi dengan mengirimkan seorang guru les khusus untuk latihan membaca. Sehingga diharapkan anak dalam waktu 1-2 bulan lancar membaca.

Kenapa banyak siswa yang Les Privat di Bintang Smart?

Guru les berkompeten sesuai dengan jurusan masing-masing. Biaya terjangkau, pembayaran mudah, dan praktis. Dan apabil guru tidak cocok bisa ganti. Jadwal menyesuaikan waktu siswa.

Les kemampuan berbahasa dan bakat.

Les privat Surabaya Bintang Smart melayani les privat bahasa. Antara lain Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Jepang, Bahasa Mandarin, dan Bahasa Jerman. Sedangkan untuk soft skill bisa diasah dengan les MENGAJI (BTAQ anak dewasa), Musik (seperti Gitar, Piano-Keyboard, Bass, dan Biola), Renang, dan Komputer (Ms, Teknik)

Mengenai Les Privat Bintang Smart Surabaya

Berdiri sejak September 2009 oleh Destin R. Wijayanti, M.Pd yang mempunyai bekal pendidikan lulusan Universitas Negeri Surabaya. Mempunyai banyak guru berkompeten sesuai bidangnya masing-masing. Les privat ini berada di daerah Wiyung, Surabaya Barat. Guru tersebar di seluruh wilayah Surabaya, Sidoarjo, Krian, Driyorejo.

Sabtu, 07 Juli 2012

Tes Masuk Sekolah di Gresik Dikeluhkan Wali Murid

Gresik - Tes penyaringan masuk sekolah yang dilaksanakan sejumlah sekolah di Kabupaten Gresik untuk tingkat SMP dan SMA, dikeluhkan sejumlah wali murid di wilayah itu, karena siswa yang mendapatkan nilai tertinggi dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) belum tentu diterima di sekolah yang dituju.

Salah satu wali murid asal Desa Sidayu, Yuni, Kamis, mengatakan, anaknya yang memiliki nilai UN 36,39 tidak diterima masuk di SMA Negeri Sidayu, namun temannya yang memiliki nilai UN 33,27 malah diterima masuk ke sekolah itu.

"Tidak hanya itu, beberapa siswa yang nilainya jauh lebih rendah juga diterima masuk di SMA Negeri Sidayu, sedangkan siswa yang memiliki nilai UN lebih tinggi seperti anak saya, malah tidak masuk," katanya.

Yuni menduga, sistem penerimaan siswa baru yang mewajibkan tes penyaringan bisa menimbulkan tindak kolusi yang dilakukan pihak sekolah, sehingga siswa yang berprestasi dalam pelaksanaan UN tidak berguna.

Wali murid lainnya asal Kecamatan Gresik, Masyudiah mengaku hal yang sama, anaknya yang memiliki nilai UN 36.25 asal SMP Negeri 2 tidak diterima di SMA Ngeri 1 Gresik, padahal siswa lain yang memiliki nilai UN 34,25 malah diterima masuk.

"Ini tidak adil, sebab anak saya yang bernama Daniatus Salma dan memiliki nilai UN tinggi malah tidak diterima, padahal siswa yang memiliki nilai lebih rendah dari anak saya malah diterima," katanya.

Menanggapi keluhan itu, Kepala Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Edi Sartono mengaku, sistem penerimaan siswa melalui tes penyaringan kembali memang baru diterapkan kali pertama di Kabupaten Gresik.

Dalam sistem itu, nilai UN tetap menjadi pertimbangan, namun hanya 40 persen, sedangkan nilai tes penyaringan pertimbangannya mencapai 50 persen, ditambah 10 persen dari prestasi akademik.

"Penerapan sistem ini sudah melalui kuisoner yang dibagikan kepada para siswa, guru dan sekolah, dan mereka semua menyetujui, sehingga tes penyaringan mulai diterapkan tahun ini," katanya.

Oleh karena itu, Edi mengaku, tidak mengetahui adanya keluhan wali murid dalam proses penerimaan siswa, padahal sebelumnya wali murid menyetujui penerapan penerimaan siswa menggunakan tes penyaringan.(*)

http://www.antarajatim.com/lihat/berita/90934/tes-masuk-sekolah-di-gresik-dikeluhkan-wali-murid

35.613 Peserta SNMPTN Tulis di Surabaya Terdepak

Surabaya - Sebanyak 35.613 peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 Surabaya dipastikan terdepak, karena pendaftar mencapai 42.305 anak, tapi pagu kursi universitas di Surabaya hanya 6.692 anak.

"Pengumuman secara resmi memang dikeluarkan pada pukul 00.00 dini hari, tapi pada jam itu kan sudah masuk hari Sabtu tanggal 7 Juli 2012," kata Ketua SNMPTN Panitia Lokal 50 Surabaya, Prof Achmad Syahrani, di Surabaya, Jumat.

Menurut dia, setiap PTN memiliki pagu yang berbeda antar-PTN di Panitia Lokal (Panlok) 50. Misalkan saja di Unair, daya tampungnya 1.314 kursi dengan 33 Prodi S1. "Total pagu dari Unair, ITS, Unesa, IAIN, dan Unijoyo adalah 6.692 kursi," katanya.

Pagu Unair Surabaya adalah 626 pagu (16 Prodi IPA) dan 688 pagu (17 Prodi IPS), sedangkan ITS Surabaya adalah 1.547 pagu (24 Prodi IPA).

Pagu selanjutnya, Unesa Surabaya adalah 468 pagu (14 Prodi IPA) dan 1.468 pagu (36 Prodi IPS), serta IAIN Sunan Ampel adalah 15 pagu (15 Prodi IPA/Matematika) dan 530 pagu (23 Prodi IPS). Unijoyo (Trunojoyo) Bangkalan adalah 398 pagu (enam Prodi IPA) dan 952 pagu (11 Prodi IPS).

Ia menyarankan peserta yang tidak lolos SNMPTN tidak usah gelisah, karena masih ada harapan untuk tetap bisa bersekolah di jenjang perguruan tinggi yakni sejumlah PTN juga membuka jalur Mandiri.

"Gelombang pertama Jalur Mandiri di Unair akan berakhir pada Senin (11/7), tapi kami menargetkan calon mahasiswa pendaftar mencapai 10 ribu orang. Tahun lalu untuk gelombang pertama hanya 8.462 peserta," katanya.

Secara terpisah, Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair, Dian Agustia, mengatakan patokan masuk Jalur Mandiri adalah nilai saat tes.

"Jika memang nilainya bagus, peserta akan sangat mungkin lolos masuk ke Jalur Mandiri. Kalau, sumbangan pendidikan nggak berpengaruh kok. Kalau memang ada peserta yang nilainya sama, kami bisa juga menambah pagu," katanya.

Jalur Mandiri dibuka pascapengumuman SNMPTN. Jalur ini mendapatkan jatah pagu 40 persen. Untuk jalur Mandiri ini, verifikasi dan pendaftaran dokumen tanggal 9-13 Juli 2012, pelaksanaan ujian 15 Juli 2012 dan pengumuman 18 Juli 2012.

"Untuk gelombang kedua, pembayaran biaya ujian pada 16-25 Juli 2012, pendaftaran (verifikasi dokumen) pada 23-27 Juli 2012, pelaksanaan ujian pada 29 Juli 2012 dan pengumuman ujian pada 1 Agustus 2012," katanya. (*)

Kemdikbud-ITS Luncurkan Kompetisi Mobil Hemat Nasional

Surabaya - Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud menggandeng ITS untuk meluncurkan kompetisi mobil hemat bahan bakar tingkat nasional bertajuk "Indonesia Energy Marathon Challenge" (IEMC).

"Kompetisi itu mengadopsi ajang Shell Eco Marathon (SEM) yang diikuti tim Sapu Angin ITS selama dua tahun berturut-turut," kata ketua panitia IEMC, Indra Sidharta ST, di Rektorat ITS, Jumat.

Seperti halnya SEM, kompetisi IEMC mengacu pada efisiensi energi dan isu "renewable energy" yang ditujukan bagi mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

"Secara umum, IEMC tetap berpedoman pada kompetisi SEM, karena itu ada dua kategori, yaitu prototype dan urban combustion. Untuk setiap kategori umum terbagi lagi menjadi tiga kelas energi, yaitu bensin, solar, dan listrik, sehingga ada enam kelas yang diperlombakan," katanya.

Menurut dia, pihaknya dari Jurusan Teknik Mesin ITS sebagai koordinator utama telah melakukan survei ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasilnya, animo mahasiswa cukup tinggi," katanya.

Indra yang juga dosen Jurusan Teknik Mesin itu mengatakan nantinya akan ada kualifikasi untuk menyeleksi calon peserta lomba yang akan diselenggarakan pada 23-25 November 2012 itu.

"IEMC terbagi atas dua kategori umum, yaitu prototype dan urban combustion. Untuk setiap kategori umum terbagi lagi menjadi tiga kelas energi, yaitu bensin, solar, dan listrik, sehingga total ada enam kelas yang diperlombakan," katanya.

Kenjeran Park Circuit Surabaya dipilih menjadi lokasi gelaran IEMC. "Secara teknis pihak panitia sudah siap. Untuk urusan nonteknis, kami mengharapkan adanya dukungan dan kerja sama penuh dari seluruh pihak di ITS nantinya," katanya.


PIMNAS Unair
Sementara itu, Rektor Unair Prof Dr H Fasich Apt melepas 25 mahasiswa yang tergabung dalam enam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang akan berlaga pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-25 di Yogyakarta, 9-12 Juli 2012.

"Saya bangga kalian bisa mempersiapkan PKM hingga lolos ke PIMNAS, walau secara pribadi kurang puas dengan jumlah kontingen Unair yang sedikit, tapi yang kecil bisa mengalahkan yang besar dengan izin Allah," kata Rektor Unair.

Tahun ini, Unair hanya mengirim kontingen di PIMNAS sebanyak 25 orang yang tergabung dalam enam tim.

Ada enam bidang PKM yang dilombakan di ajang PIMNAS yakni PKM Karsa Cipta (PKMKC), Kewirausahaan (PKMK), Penelitian (PKMP), Gagasan Tertulis (PKMGT), Pengabdian Masyarakat (PKMM) dan Teknologi (PKMT). Tiap bidang diwakili oleh satu kelompok PKM dari Kontingen Unair.

Menurut Koordinator Kontingen PIMNAS Unair yang juga anggota Tim Pendamping Kemahasiswaan Universitas Airlanga (TPKUA) Dr.rer.Nat Ganden Supriyanto MSc menyatakan hal senada dengan apa yang diungkapkan Prof. Fasich.

"Sebelumnya, sejak September lalu, kami telah mengirimkan 734 judul proposal ke Jakarta dan hasilnya, sebanyak 293 proposal didanai oleh Dikti. Namun, setelah Tahap Monitoring dan Evaluasi (Monef) Dikti yang diumumkan, hanya enam finalis yang lolos," ucapnya. (*)


http://www.antarajatim.com/lihat/berita/91002/kemdikbud-its-luncurkan-kompetisi-mobil-hemat-nasional

Hebat, Kualitas Sekolah Swasta Setara dengan Negeri

Kualitas pendidikan sekolah swasta di Kota Bukittinggi, Sumatara Barat, sama dengan sekolah negeri, kata seorang pejabat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bukittinggi, Selasa (3/7).

"Kualitas sekolah negeri sama dengan swasta terbukti dengan tingkat kelulusan di sekolah swasta mencapai 100 persen," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga setempat Iskandar di Bukittinggi.

Ia menyarankan, para siswa yang berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat sekolah menengah atas (SMA), agar tidak terlalu fokus melamar ke sekolah negeri.

Pada penerimaan siswa baru tahun 2012 untuk tingkat SMA, kata dia, tercatat 1.875 siswa mendaftar agar dapat diterima di sekolah negeri Bukittinggi.

"Dari 1.875 siswa yang telah mendaftar tersebut, tercatat sebanyak 1.500 berasal dari dalam kota, dan sebanyak 375 berasal dari luar Kota Bukittinggi," kata dia.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bukittinggi telah menyiapkan sekitar 15 persen muatan lokal untuk pelajar dari luar Bukittinggi.

Muatal lokal sebanyak 15 persen itu, terdiri dari 10 persen diperuntukkan bagi siswa dari luar di sekitar Bukittinggi, 2,5 persen bagi siswa provinsi yang ada di Sumbar, dan 2.5 persen untuk siswa luar provinsi di Sumbar.

Dia menyebutkan, daya tampung siswa pada tahun 2012 di sekolah negeri Bukittinggi hanya 704 orang, dan sudah termasuk siswa yang berasal dari luar Bukittinggi.

Di Bukittinggi terdapat lima sekolah negeri, dua diantaranya yakni SMAN 1 dan 3 terdaftar sebagai rintisan sekolah berstandarkan internasional (RSBI).

"Pendaftaran untuk umum hanya terdapat pada tiga sekolah negeri yakni SMAN 5, 2 dan 4. Muatan lokal untuk tiga sekolah tersebut tercatat sebanyak 704 orang," kata dia.

Sisa jumlah siswa yang telah mendaftarkan tersebut tidak diterima di sekoh negeri, diajurkan untuk mendaftar ke sekolah swasta, karena kualitas sekolah swasta sama dengan negeri.

http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/07/03/m6lfww-hebat-kualitas-sekolah-swasta-setara-dengan-negeri

Indonesia dan India Sepakat Kerjasama Pendidikan

Indonesia dan India Sepakat Kerjasama Pendidikan

Indonesia dan Indonesia menyepakatai kerja sama pendidikan berbentuk pertukaran mahasiswa melalui berbagai jalur beasiswa. Kerja sama itu juga meliputi kolaborasi penelitian dan program gelar ganda.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Harris Iskandar dan Wakil Rektor National University for Education Planning and Administration (NUEPA) India, R. Govinda menandatangani kesepakatan tersebut dalam pertemuan Kelompok Kerja sama Pendidikan di Yogyakarta, Rabu (4/7).

Kerja sama itu ditandatangani pada saat Menteri Pengembangan SDM India, Daggubatti Purandeswari berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri Pertemuan Kementerian Pendidikan di forum 'East Asia Summit' (EAS) di Yogyakarta, Kamis (5/7). Menteri Purandeswari, yang juga sempat mengadakan pembicaraan bilateral dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, menyatakan, keinginan India untuk mengintegrasikan sistem kualifikasi pendidikan regional guna meningkatkan mobilitas pendidikan dan pengembangan kemampuan di antara negara-negara anggota EAS.

India juga mengajukan proposal program Pengembangan Kepemimpinan Regional negara anggota EAS guna menyediakan akses yang lebih luas menuju pendidikan tinggi bagi generasi pemimpin masa depan berbasis konsentrasi regional dalam pertemuan tersebut. Menteri Purandeswari menyatakan, sudah saatnya negara anggota EAS meningkatkan kerja sama pendidikan dengan memanfaatkan sistem transfer kredit, pengakuan gelar, pertukaran pelajar berprestasi serta menyediakan tempat bagi pelajar dari negara anggota di institusi pendidikan yang memiliki reputasi tinggi.

Delegasi India dalam pertemuan itu juga terdiri atas Duta Besar India untuk Indonesia dan Asia Tenggara Gurjit Singh.
Menteri Purandeswari juga berbicara dengan Menteri Pendidikan Australia Christopher Evans, Menteri Pendidikan Selandia Baru Steven Joice dan Wakil Menteri Pendidikan Amerika Serikat Senator Anthony Wilder Miller untuk membahas capaian kerja sama pendidikan serta catatan masing-masing negara untuk program selanjutnya di bawah EAS.

http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/07/06/m6qdll-indonesia-dan-india-sepakat-kerjasama-pendidikan

Alasan Jalur Mandiri PTN Lebih Mahal

Rektor Universitas Diponegoro Semarang, Prof Sudharto P Hadi menyatakan, penyelenggaraan jalur masuk mandiri untuk calon mahasiswa baru lebih mahal dibandingkan jalur masuk lainnya karena penerapan subsidi silang.
"Kami memiliki tiga jalur penerimaan mahasiswa baru, yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri baik undangan maupun tulis, serta jalur penerimaan secara mandiri," kata dia, di Semarang, Selasa.

Menurut dia, sistem subsidi silang merupakan langkah untuk membantu kalangan mahasiswa miskin dengan menerapkan subsidi biaya dari kalangan mahasiswa yang mampu, antara lain dijaring dari penerimaan mahasiswa jalur mandiri tersebut.
"Karena itu, biaya masuk dari jalur mandiri memang lebih mahal dibandingkan melalui SNMPTN karena pembiayaan mereka itu nantinya untuk subsidi silang bagi mahasiswa yang kurang beruntung secara ekonomi," kata dia lagi.

Meski demikian, ujar dia, pembiayaan jalur mandiri yang lebih mahal dibandingkan jalur masuk lain juga tak terlalu besar selisihnya, apalagi pada tahun ini biaya kuliah seluruh fakultas rata-rata menjadi menurun.
Sudharto yang juga dikenal sebagai pakar ilmu lingkungan itu mencontohkan, Fakultas Kedokteran Undip dengan biaya masuk sekitar Rp 120 juta setiap mahasiswa, mengalami penurunan dibandingkan biaya tahun lalu yang masih di atas angka itu.
"Boleh dicek. Biaya sebesar itu untuk Fakultas Kedokteran Undip dari jalur mandiri masih di bawah biaya untuk fakultas sama di PTN-PTN lainnya. Apalagi, untuk fakultas sama di perguruan tinggi swasta," kata dia lagi.

Ia membenarkan bahwa jalur mandiri itu tak hanya diisi oleh mahasiswa dari kalangan mampu, mengingat ada pula mahasiswa dari keluarga miskin yang masuk jalur tersebut sehingga tetap ada pengecualian tersendiri.
"Pada jalur mandiri, kami juga tetap menyediakan kuota penerima beasiswa 'Bidik Misi', meski kuotanya tak sebesar jalur SNMPTN. Karena itu, mahasiswa yang kurang mampu tak perlu khawatir dengan biaya," kata dia.

Dia menyebutkan pula bahwa Undip pada tahun lalu mengakses beasiswa untuk 1.670 mahasiswa kurang mampu, dari total daya tampung sekitar 8.000 mahasiswa, dan pada tahun ini jumlah mahasiswa miskin yang dibantu kurang lebih sama jumlahnya.
"Perguruan tinggi negeri wajib menyediakan kuota 20 persen untuk mahasiswa miskin. Alhamdulillah, kuota yang ditetapkan berhasil kami penuhi tahun lalu, demikian pula dengan kuota mahasiswa miskin tahun ini," kata Sudharto.

http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/06/19/m5uo0w-ini-dia-alasan-jalur-mandiri-ptn-lebih-mahal

UGM Terima 3.599 Mahasiswa Baru

UGM Terima 3.599 Mahasiswa Baru


Setelah melalui proses seleksi yang ketat, akhirnya ribuan pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dinyatakan diterima di PTN seluruh Indonesia, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM). Pada tahun 2012 ini, UGM melalui jalur Ujian Tulis SNMPTN menerima 3.599 mahasiswa baru.

Direktur Administrasi Akademik UGM, Budi Prasetyo Widyobroto, mengatakan jumlah pendaftar yang diterima tersebut merupakan hasil seleksi dari total peminat UGM sejumlah 51.079 orang, dengan rincian bidang IPA 31.968 pendaftar dan IPS 19.111 pendaftar. "Sebagaimana kebijakan pemerintah, pada penerimaan ini UGM memberikan kuota tambahan penerimaan mahasiswa baru. Semua fakultas juga memberikan kuota tambahan dengan jumlah bervariasi antara 2-10 persen,” papar Budi, Jumat (6/7).

Dari 3.599 mahasiswa baru, rincian diterima di prodi-prodi IPA 2.377 mahasiswa dan IPS sejumlah 1.222 mahasiswa. Sementara untuk peserta Bidik Misi yang diterima melalui jalur ujian tulis di UGM berjumlah 313 orang. Dari jumlah tersebut, menurut Budi, hampir merata diterima di semua program studi (prodi) termasuk prodi-prodi favorit seperti Kedokteran, Kedokteran Gigi, Psikologi, dan Akuntansi. Untuk mengakomodasi peserta Bidik Misi ini UGM juga telah meminta tambahan alokasi sejumlah 320 kursi kepada Dikti.

“Ini kita lakukan karena 1.000 alokasi Bidik Misi untuk UGM telah terserap habis untuk SNMPTN Undangan dan pendaftar yang diterima di Sekolah Vokasi,” urai Budi.

Pada kesempatan tersebu, Budi mengingatkan bagi calon mahasiswa yang dinyatakan diterima di UGM diwajibkan untuk melakukan registrasi yang dimulai pada tanggal 9 Juli 2012 sampai dengan 19 Juli 2012. Registrasi tidak boleh diwakilkan dan calon mahasiswa harus datang sendiri dengan membawa berkas-berkas yang disyaratkan.

Jika sampai tanggal 19 Juli 2012 tidak melakukan registrasi maka calon mahasiswa dianggap melepaskan hak-nya sebagai mahasiswa UGM. “Berkas yang harus dibawa dapat dilihat pada di link pengumuman SNMPTN. Dan jika benar-benar berhalangan untuk registrasi pada waktu yang telah ditentukan, seperti sakit berat atau sedang bepergian jauh seperti umroh, secepatnya dapat menyampaikan informasi dengan mengirimkan surat ke Direktorat Administrasi Akademik UGM,” pungkasnya.


http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/07/06/m6qjqq-ugm-terima-3599-mahasiswa-baru

RUU PT Diminta tak Rugikan PTS

Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) menilai masih perlu adanya penambahan ayat-ayat dalam Rancangan Undang-Undang Perguruan Tinggi (RUU-PT) yang saat ini tengah digodok. Dengan demikian, maka tidak ada hal yang merugikan Perguruan Tinggi Swasta.

''Harus ada penambahan ayat-ayat yang prinsip, sehingga tidak merugikan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan mengabaikan tanggungjawab pemerintah terhadap pembinaan dan pengembangan PTS,'' tandas Sekjen APTISI Pusat Prof Dr Suyatno melalui surat elektroniknya, Jumat (6/7).

Berdasarkan telaah ini, sambungnya yang saat ini tengah mengikuti Rapat Pleno Pengurus Pusat APTISI ke-2 di Samarinda, Kalimantan Timur, APTISI segera menyampaikan usulan tertulis kepada pemerintah melalui Menko Kesra, Mendikbud, DPR, dan instansi terkait. APTISI menilai, masih banyak pasal dalam RUU PT yang tidak layak dimasukkan sebagai pasal sebuah UU.

''Masih terdapat pasal-pasal yang harus dihapus dan direvisi karena sangat dikotomis dan tidak adil terhadap perlakukan PTN dan PTS,'' tandasnya.

Menyinggung temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengungkapkan adanya beberapa perguruan tinggi yang terlibat korupsi uang negara mulai Rp 30 miliar hingga Rp 75 miliar di 16 PTN, APTISI menghimbau semua aggotanya tidak melakukan permainan politik anggaran dengan instansi manapun demi nama baik dan citra perguruan tinggi.

Sehubungan dengan kasus tersebut, APTISI merekomendasikan perlunya transparansi dalam anggaran bidang pendidikan dengan melibatkan pengawasan masyarakat dan LSM. ''Kepada para birokrat pendidikan diimbau untuk meningkatkan kehati-hatian dalam menjalankan program-program dengan pembiayaan APBN. Penegakan hukum harus ditingkatkan tanpa pandang bulu,'' Suyatno menambahkan.


http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/07/06/m6qk5x-ruu-pt-diminta-tak-rugikan-pts

123.225 Peserta Lolos SNMPTN

Sebanyak 123.225 peserta Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) 2012 dinyatakan lolos seleksi.

Djoko Santoso selaku Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, secara umum SNMPTN tahun ini berjalan lancar. Pendaftar SNMPTN 2012 Jalur Ujian Tertulis/Keterampilan secara keseluruhan meningkat 14,39 persen daripada tahun lalu, dengan daya tampung secara nasional naik menjadi 123.419.

Sementara untuk jumlah peserta yang diterima secara keseluruhan sebanyak 123.225. Terdiri dari kelompok IPA 57.689 dan IPS 65.356. Sedangkan jumlah bangku yang tidak terisi tahun ini sebanyak 194.

Dia mengimbau kepada peserta yang tidak lulus SNMPTN agar tidak berkecil hati. ''Masih bisa mendaftar lewat Ujian Mandiri, PTS dan Politeknik,'' kata Djoko.

Pengumuman Hasil Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) 2012 sendiri telah dapat dilihat via internet hari ini, Jumat (6/7) mulai pukul 18.00.

Adapun tata cara melihat hasil pengumuman, peserta dapat mengunjungi situs berikut: www.snmptn.ac.id, snmptn.ui.ac.id, snmptn.itb.ac.id, snmptn.undip.ac.id snmptn.its.ac.id. Kemudian peserta tinggal memasukkan nomor ujian.

Sementara untuk pengumuman melalui media cetak, tidak mengalami perubahan dan akan diumumkan hari ini.



Sumber : http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/07/06/m6qnx9-123225-peserta-lolos-snmptn

Kedokteran dan Akuntansi Favorit Pendaftar SNMPTN 2012

Proses seleksi ujian tertulis/keterampilan SNMPTN 2012 telah selesai dilaksanakan. Jurusan Kedokteran dan Akuntansi masih menjadi jurusan paling favorit para peserta.

''Secara umum pelaksanaan ujian berjalan lancar dan tidak menemui kendala berarti. Jurusan IPA yang diminati adalah Kedokteran dan Teknik Informatika. Untuk IPS adalah Akuntansi dan Ekonomi,'' kata Tri Yogi Yuwono, Rektor Institut Teknologi Surabaya, Koordinator Bidang Teknologi Informasi dan Komputer, Jumat (6/7).

Sementara itu, Djoko Santoso selaku Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, DKI Jakarta menjadi propinsi dengan nilai rata-rata tertinggi baik jurusan IPA maupun IPS.

Sebelumnya Djoko juga menyebutkan, sebanyak 123.225 peserta Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) 2012 dinyatakan lolos seleksi terdiri dari kelompok IPA 57.689 dan IPS 65.356. Sedangkan jumlah bangku yang tidak terisi tahun ini sebanyak 194.

Dia mengimbau kepada peserta yang tidak lulus SNMPTN agar tidak berkecil hati. ''Masih bisa mendaftar lewat Ujian Mandiri, PTS dan Politeknik,'' kata Djoko.

Pengumuman Hasil Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) 2012 sendiri telah dapat dilihat via internet hari ini, Jumat (6/7) mulai pukul 18.00.

Adapun tata cara melihat hasil pengumuman, peserta dapat mengunjungi situs berikut: www.snmptn.ac.id, snmptn.ui.ac.id, snmptn.itb.ac.id, snmptn.undip.ac.id snmptn.its.ac.id. Kemudian peserta tinggal memasukkan nomor ujian.

Sementara untuk pengumuman melalui media cetak, tidak mengalami perubahan dan akan diumumkan hari ini.



Sumber http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/07/06/m6qp0q-kedokteran-dan-akuntansi-favorit-pendaftar-snmptn-2012