Minggu, 12 Mei 2013

Nggak Usah Percaya "Orang Dalam" !


Orang bijak menasehatkan supaya kita tetap tenang (tidak panik) menghadapi sesuatu. Dalam kondisi apapun itu. Sebab kepanikan hanya akan mengarahkan kita pada hal-hal yang tidak baik. Termasuk menghadapi persaingan yang sangat ketat di PMDK Unair. Kepanikan Anda (dan orang tua Anda) justru akan dimanfaatkan oleh "orang dalam".


Saya pernah menasehati seorang ibu yang saya yakini beragama Islam seperti saya. Saya yakin sebab Si Ibu tersebut menggunakan jilbab. Dan orang juga yakin kalau saya beragama Islam sebab nama saya pakai kata "Imam" dan foto saya sekarang ini mestinya pakai jenggot juga.
Ditinjau dari sisi usia, mestinya saya
tidak pantas menasehati Si Ibu karena saya jelas lebih muda dari Si Ibu tersebut. Tetapi rasa tidak percaya Si Ibu terhadap putra kesayangannya yang mau masuk ke Unair itu yang menyebabkan Si Ibu kehilangan kendali atas sikapnya.
Ceritanya saya bertemu dengan Si Ibu di sekretariat PMDK. Si Ibu mengeluh karena putranya tidak lolos masuk FK Unair melalui PMDK Jalur Prestasi. Si Putra juga tidak lolos SPMB. Celakanya di PMDK Jalur Umum Gelombang I pun FK Unair masih belum bisa ditembus oleh Si Putra.
Berarti satu-satunya kesempatan tahun ini untuk menjadi mahasiswa FK Unair adalah PMDK Jalur Umum Gelombang II.
Kemudian terjadi perbincangan antara Si Ibu (Ib) dengan saya (SI).
Ib :"Apa Bapak bisa membantu anak saya ?"
Sebenarnya saya sudah tahu makna membantu yang dimaksud oleh Si Ibu. Tetapi saya justru bertanya kepada Si Ibu
SI :"Bukankah putra Ibu sudah berpengalaman dalam mendaftarkan diri ?"
Ib :"Maksud saya membantu memasukkan anak saya ke FK ! Saya bersedia mengeluarkan dana yang cukup besar lho."
SI :"Apa Ibu mau saya tipu ?"
Ib :"Ditipu bagaimana ?"
SI :"Begini Bu. Anggap saja kita deal. Kemudian saya minta uang muka. Setelah itu saya terima uang muka beserta nomor tes putra ibu. Selama menunggu pengumuman kelulusan saya tidak melakukan apa-apa. Begitu di pengumuman nama putra Ibu muncul maka saya tinggal menagih sisa uang sesuai deal.
Nah seperti itulah orang yang mengaku "orang dalam itu" menipu Ibu. Pertanyaan saya, apakah saya melakukan sesuatu untuk meloloskan putra Ibu "
Ib:"Tidak."
SI :"Mungkinkan saya rugi secara finasial ?"
Ib :"Tidak."
SI :"Jadi masih maukah Ibu saya tipu ?"
Ib :"Tidak."
SI :"Saya ini bukan siapa-siapa. Saya tidak punya wewenang untuk memasukkan putra Ibu. Lagi pula di dalam agama Islam, yang menyuap dan yang disuap sama-sama masuk neraka. Dan kalau mau masuk neraka tolong Ibu jangan mengajak saya. Ingat Bu, batu kerikil neraka itu cukup untuk melelehkan isi kepala kita. Panaaasss sekali. Jadi saya mohon Ibu tidak melakukan hal-hal negatif seperti itu.
Maaf ya Bu saya telah lancang berceramah kepada Ibu."
Ib :"Tidak Pak. Saya yang berterima kasih atas penjelasan Bapak."

Dari pembicaraan saya dengan Si Ibu tadi ada sedikit tips untuk mengenali beberapa ciri "calo" adalah :
  1. Mengaku orang dalam dengan segala kewenangannya.
  2. Minta uang muka yang katanya digunakan untuk menyuap pejabat.
  3. Menjanjikan kelulusan, tetapi bila tidak lolos tidak perlu membayar sisa uang.
Sebenarnya ada satu lagi ciri mereka, bahwa mereka umumnya tidak bisa ditemui secara langsung. Mereka akan menggunakan beberapa anak buah dan komunikasi hanya bisa dilakukan melalui HP, bukan nomor rumah karena mereka juga takut dilacak.
Jadi kalau ketemu dengan orang model seperti itu ..... Anda sudah tahu apa yang sebaiknya Anda lakukan (lihat judul di atas !)

0 komentar :