Cartton Juice Doraemon, minuman yang diduga telah mengakibatkan 19 siswa SD Wonokusumo VII Surabaya keracunan ternyata sudah sekitar satu bulan beredar di Surabaya.
Selain di sekolah-sekolah, minuman yang diproduksi PT Delivia juga beredar di beberapa pondok pesantren. Hal ini terungkap dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik Polsek Semampir terhadap Plan Manager atau Menejer Produksi PT Delivia, Amin sebagai perwakilan dari perusahaan yang berada di Pandaan, Jawa Timur tersebut.
Hingga, Sabtu (9/3/2013) sore, pemeriksaan terhadap Amin masih terus dilakukan polisi. Dalam pemeriksaan, Amin menyampaikan bahwa minuman yang diproduksi oleh PT Delivia itu sudah banyak beredar di pasaran.
“Dari penyelidikan yang kami lakukan, diketahui bahwa pada Jumat (8/3/2013) pagi, minuman tersebut juga dibagi-bagikan secara gratis di pondok pesantren yang berada di daerah Endrosono sebanyak dua kardus. Namun para santri di pondok ini juga tidak ada masalah,” kata Kapolsek Semampir Kompol Mudakir.
Dalam rangka promosi tersebut, setelah dari pondok di Endrosono, mobil Avanza silver B 8288 AA pengangkut minuman ini dengan dua lelaki dan seorang perempuan bermaksud melanjutkan perjalanan ke pondok pesantren di daerah Kedinding Surabaya untuk membagi-bagikan minuman tersebut secara gratis di sana.
“Menurut keterangan saksi, dalam perjalanan dari Endrosono menuju Kedinding itu mereka melintasi SD Wonokusumo VII. Melihat ada banyak pelajar di depan sekolahan, mereka lantas berhenti dan membagi-bagikan minuman tersebut,” ujar Mudakir.
“Dengan alasan hanya mampir, orang-orang itu mengaku tidak sempat izin ke pihak sekolah sebelum membagikan minuman ke siswa. Dan mereka juga mengaku tidak melakukan pemaksaan,” imbuhnya.
Ternyata, setelah mengonsumsi minuman tersebut para siswa SD Wonokusumo VII kelimpungan hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit Dr Soewandi Surabaya. Polisi pun mengaku langsung melakukan penelusuran terhadap peristiwa ini.
“Selain memeriksa saksi dari produsen, penyidik juga telah mengamankan barang bukti minuman yang diduga telah mengakibatkan para siswa keracunan, serta menyita mobil yang digunakan mengangkut minuman tersebut,” ungkap Mudakir.
Sejauh ini, polisi mengaku belum bisa menyimpulkan perkara ini. Selain masih butuh meminta lebih banyak keterangan dari para saksi, penyidik juga menunggu hasil pemeriksaan laboratorium atas minuman yang diduga telah meracuni para siswa itu.
“Minuman sisa diminum para siswa dan minuman asli dari perusahaan sudah kita ambil sampelnya dan dibawa ke laboratorium. Sampai saat ini, hasilnya belum bisa dipastikan,” tambahnya.
Selain dari pihak perusahaan, polisi juga telah memintai keterangan beberapa saksi dari lokasi kejadian. Termasuk pihak sekolah dan beberapa warga yang mengetahui terjadinya peristiwa ini.
Kasus keracunan yang menimpa 19 siswa SD Wonokusumo VII Surabaya sempat menjadi geger warga Surabaya. Bahkan, Walikota Surabay Tri Risma Harini terjun langsung untuk memantau kondisi para korban di rumah sakit.
19 Pelajar itu dilarikan ke rumah sakit pada Jumat siang setelah mengonsumsi minuman jenis Juice Doraemon yang diproduksi oleh PT Delivia. Minuman itu diberikan secara gratis kepada para pelajar oleh dua lelaki dan satu perempuan mengendarai mobil Avanza silver B 8288 AA.
See more at: http://surabaya.tribunnews.com/2013/03/09/juice-beracun-sudah-sebulan-beredar#sthash.FAt3BJHZ.dpuf

0 komentar :
Posting Komentar