Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuhmengingatkan kembali bahwa tahun 2045 adalah seratus tahun Indonesia merdeka. Masa depan generasi penerus bangsa harus dilihat dari segala segi tantangannya, sehingga bisa dirancang segala sesuatunya dengan sempurna.
"Kalau kita tidak bisa manfaatkan kondisi ini dengan baik maka kita akan kehilangan semuanya. Saya yakin pendidikan adalah satu-satunya yang bisa mentransformasi masyarakat," Kata Mendikbud saatmenghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung Selasa, (22/1) di Syahida Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Pada kesempatan tersebut Menteri Nuh menjelaskan, dalam dunia pendidikan persoalan terletak pada perkembangan. Dengan adanya perkembangan maka kebutuhan juga berubah. “Perkembangan itu pula yang menyebabkan kurikulum juga berubah,” Kata Menteri Nuh.
Mendikbud juga mengajak warga NU untuk melihat tuntutan zaman yang semakin kompleks dan industris. Oleh karena itu, hendaknya warga NU tidak terjebak dengan frame-frame lama para pendirinya. Harus bisa memposisikan kebutuhan, keluar jika dianggap kurang tepat, dan yang baik harus dipertahankan.
Selain Mendikbud, Rakernas tersebut dihadiri pula oleh Menteri Agama Suryadharma Ali yang sekaligus membuka rakernas secara resmi, dan Sekjen PBNU KH Marsudi Zuhud.
Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, pendidikan agama dan keagamaan di Indonesia seperti Raudhatul Aliyah (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Madrasah Aliyah (MA) 90 persen di antaranya berstatus swasta. Hal tersebut membuktikan besarnya peranan masyarakat dalam mencerdaskan masyarakat. Bahkan LP Ma’arif NU sendiri memiliki lebih dari 13 ribu layanan pendidikan.
"Ini suatu yang luar biasa dan karenanya harus di-maintance dengan baik dengan menjaga dan memelihara keberlangsungannya," Kata Suryadharma.
Sekjen PBNU KH Marsudi Zuhud mengatakan bahwa mengurus pendidikan memang cukup berat. Amanat NU di Makasar beberapa tahun lalu menghasilkan 16 keputusan salah satunya bidang pendidikan. Berdasarkan hasil tersebut, seluruh lembaga dan lajnah di lingkungan PBNU diharapkan dapat menuntaskan amanat dengan baik. "Pengurus bisa membagi waktunya dengan baik sehingga dapat menjalankan tugas-tugas yang ada dengan baik," kata Marsudi. (JR)
http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/995

0 komentar :
Posting Komentar